sms terakhir via LINE dg Alm. Mas Budi Prasodjo (dalam kenangan)

sms via LINE terakhir dengan almarhum mas budi prasodjo masih di bulan desember tepatnya tanggal 26  : “Assalamualaikum, mas apa kabar ? Gimana kondisinya ? Dan sudah pulang apa belom ?” selang beberapa hari saat aku, istriku dan ji Ahyani menengok almarhum ketika masih dirawat di RSCM. waktu itu saat ngobrol dengannya alhamdulillah kondisinya membaik, masih bisa becanda dan sedikit ketawa dengan senyum dan tawa khasnya dia. tanggal 29 Desember 2014 mendapat balasan sms dari almarhum menceritakan kondisinya : “Plg dr rscm tgl 17 tp terus pindah ke budhi asih & tgl 20 plg kermh, tp skrng kan msh hrs kontrol di rscm, minta doa aja Ji mksh”. seminggu sebelum Alm. Mas Budi dipanggil keharibaanNya, memang sempat dengar kabar almarhum dirawat lagi di RSCM dengan tambahan kondisinya yg semakin  tidak baik. di ruanganku yang sempet menjenguk adalah Kak Desi Ampriani, karena waktu yang lalu saat ingin sama-sama menjenguk denganku, beliau ngga jadi. dapat cerita dari Kak Desi, kondisi Almarhum semakin tidak baik. sempat kak rokayah ajak kami-kami menengok, namun karena kesibukan kami sampai dapat berita duka sms dari Ji Ahyani niat menengok beliau sudah terlambat. di mataku almarhum orangnya baik, beberapa tahun yang lalu saya dengan almarhum pernah sama-sama cari rumah di daerah Bojong Gede, mengendarai motor. Mas Budi orangnya halus baik dalam bertutur kata maupun tindakannya. Allhamdulillah tahun 2013 yang lalu, almarhum mendapatkan kesempatan menjadi salah satu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Gerakan Pramuka. Masih teringat saat almarhum tanya bawa kain ihramnya satu atau dua pasang, belinya di daerah mana. “Cak” itulah panggilan almarhum ke kami saat berkomunikasi dengannya dan panggilan itu berubah dari “cak” menjadi “pak haji gimana kabarnya…..” setelah kami duluan menjadi PPIH. Sabtu, 24 Januari pukul 17.49 sms via LINE masuk ternyata sms dg account Alm. Mas Budi Prasodjo (mungkin istri beliau) mengabarkan : “Assalamualaikum pak maaf pak budi prasodjo telah berpulang kerahmatullah, mohon doanya supaya amal ibadahnya diterima disisi Allah Maha Esa terimakasih Wassalam”. untuk teman-temanku dengan kerendahan hati saya mohon doanya semoga Alm. Mas Budi Prasodjo diampuni segala kekhilafannya, diterima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, diterangkan kuburnya, dihindarkan dari siksa kubur serta keluarga yang ditinggalkan (istri dan 2 putranya) diberi kesabaran, Aamiin…..

balasan sms dari Alm. menceritakan kondisinya

balasan sms dari Alm. menceritakan kondisinya

Allhamdulillah bisa mengantarkan sampean (mas budi) ke peristirahatanmu Selamat Jalan Mas...

Allhamdulillah bisa mengantarkan sampean (mas budi) ke peristirahatanmu
Selamat Jalan Mas…

Semoga dilapangkan kuburnya, diterangkan kuburnya, mendapat tempat tempat terbaik disisiNya, Aamiin...

Semoga dilapangkan kuburnya, diterangkan kuburnya, mendapat tempat tempat terbaik disisiNya, Aamiin…

balasan sms via LINE dari hp Alm. Mas Budi ternyata dari Istrinya

balasan sms via LINE dari hp Alm. Mas Budi ternyata dari Istrinya

Alh. Budi Prasodjo dg Seragam PPIH - nya

Alh. Budi Prasodjo dg Seragam PPIH – nya

Petugas PPIH 1431 H/2010 Sektor 1 Mekah

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1431 H/2010 Sektor 1 Mekkah dari Pusat

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1431 H/2010 Sektor 1 Mekkah dari Pusat

Sebagai pengingat dan melawan lupa terlampir nama Bapak-bapak, Ibu-ibu yang bertugas di Sektor 1 Mekah antara lain:

H. Hariyanto, MM (Kemenag Pusat) sebagai Ka Sektor; Wahid Hasyim (Kanwil Kemenag Prov DIY; M. Saikhu, S.Ag, M.Ap (Akademi Angkatan Laut Surabaya; Drs. Hartono, M.Pdi (KUA Kemenag Kab. Uba); Drs. Ahmad Sirod Munir (KUA Kec. Tarik Sidoarjo); Drs. Asep Dadan (Kanwil Kemenag Jabar); Sa’adudin Anasih (Yayasan Pondok Pesantren El-Fath El-Islami, Kudus); Dahron (Itjen Kemenag); Saiful Anwar (Masjid Istiqlal Jakarta); M. Abduh Wahid M.Th (Ditjen Pendis); Abdul Rachman S.Sos (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka); Badaruddin Uar S.HI (Kanwil Kemenag Provinsi Maluku); Wahyu Suryanto, SE (DPR RI Pusat); Mahmudin Bin Djamhuri (Badan Pemeriksa Keuangan); Drs. Sarwono, M.Sc (Otorita Batam); Harianto (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka); Mohammad Ahyani (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka); Siswanto (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka); Bambang Jumantoro (Ditjen Pendis Bagian Perencanaan); Epi Suherpriatna, M.Si (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dari Kwarda Banten); Sa’adullah Afif (DPR RI Pusat); Adyatmas Sucamto, SE (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka); Witri Utami (Kemenag Kota Batam); Mohammad Adib Widiantomo (Kemenag Pusat); Dra. Hj. A. Prihatin, MM (Pendis Kemenag RI); Aminah, S.Ag (Kemenag Prov. Sumsel); Napisah B.Ac (Peny. Zakat dan Wakaf, Kandepag Kab. Birre); Ikhwan Is (Kemenag Banda Aceh Barat); Suryono (Itjen Kemenag Jaksel); Rasmijon (RS. M. Yunus Bengkulu); Hilman (Dit. Yanmed Dasar Kemenkes RI, Jaksel); Zelvy Emmelya Sundary (RS. Bakti Timah Pangkal Pinang, Bangka); Muhammad Sunie (RSUD Wates Kulonprogo DIY); Roedi Hariyanto (Pusat Kesehatan Haji, Jaksel).

catatan dari tanah haram (1)

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka periode 2009 – 2013 (Alm. Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MPH.) dalam sambutannya saat upacara pelepasan 15 (lima belas) perwakilan dari Anggota Gerakan Pramuka untuk bertugas sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1430 H/2010 bertempat di Pusdiklatnas Gerakan Pramuka di TRW, Cibubur, Jakarta, dalam penggalan sambutan beliau:

Kakak-kakak harus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jaga nama Gerakan Pramuka. Beliau juga mengutarakan, Kakak-kakak di sana selama 2 (dua) bulan, bukan waktu yang singkat, jika kakak-kakak di sana rajin menulis bisa jadi sebuah kisah perjalanan yang penuh makna. Kakak-kakak bisa membuat sebuah cerita atau buku.

Ya, dari pesan beliau sebelum ada kegiatan bertugas saya mencoba menuliskan apa yang saya rasakan, apa yang saya lakukan selama di tanah haram. saya melakukannya biasanya selesai sholat maghrib, di atas tempat tidurku (springbed) yang empuk.

empat tahun perjalanan tugas di tanah haram sebagai PPIH “pelayan tamu Alloh”, sudah 4 (empat) tahun lalu terlewati, allhamdulillah catatan itu masih ada, waktu luang ada dan sayang sekali jika menuangkan dalam tulisan ini sebagai sebuah catatan atau pengingat.

Bismillahirrahmanirrahim

10|10|2010

Allhamdulill271220143644ah jam 22.35 waktu KSA rombongan PPIH Kloter I Sektor Mekah sampai di Bandara King Abdul Aziz, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 9 jam dari tanah air (Bandara Sukarno Hatta) take off jam 18 kurang 5 (lima) menit waktu Indonesia. Selama dalam penerbangan cukup nyaman bagi saya, walaupun menggunakan pesawat Garuda kelas ekonomi yang rata-rata jarak tempat duduknya sempit. Allhamdulillah saya mendapat seat nomor 50K di dekat pintu emergency. Saat baru duduk saya didatangi seorang pramugari cantik, beliau menginstruksikan jika nanti ada gangguan Bapak putar tuas di samping Bapak ya. Hikmah dapat tempat duduk di dekat pintu emergency, saya bisa selonjorkan kaki. Allhamdulillah. Ini adalah pengalaman naik pesawat terbang baru ke lima kalinya dan baru pertama kalinya naik pesawat terbang Garuda Indonesia. Sebelumnya pengalaman yang perdana – empat dengan menggunakan pesawat Air Asia dalam tugas mengikut Asia Pacifiq Regional Jamboree ke 9 (9th APR Jamboree) di Mt.Makiling, Los Banos, Philippines tahun 2009.

17858_236332627927_3501499_n

fpertama kali naik pesawat ke Mt. Makiling

Penerbangan kali ini cukup lama, 9 jam…. mengingat panjangnya waktu tempuh ada sedikit kekhawatiran jika nanti ada sesuatu dalam perjalanan, apa yang bisa dilakukan hanya pasrah sama Alloh. Pada suatu waktu, terasa ada getaran di dalam pesawat, ada instruksi dari pramugari agar mengenakan sealt bed, pesawat bergetar, naik-turun, mungkin di luar ada terpaan angin turbulens “mungkin”, dalam hati hanya bisa berucap istighfar dan pasrah mohon pertolongan dari Alloh untuk keselamatan. Mungkin hanya 5 (lima) menit guncangan/getaran dan naik turun pesawat, allhamdulillah pesawat tenang kembali, Allhamdulillah….allhamdulillah….allhamdulillah…..ucapan syukurku dan teman-teman PPIH yang lainnya.

Allhamdulillah akhirnya pesawat landing juga dengan selamat di Bandara King Abdul Aziz (Jeddah). Kita masuk menuju terminal khusus kedatangan petugas, sementara petugas dari Kemenag berkoordinasi dengan petugas bandara. waktu tunggu lumayan cukup lama, dinginnya AC bandara membuat perut terasa lapar, waduh… tadi cemilan ngga boleh di bawa masuk lagi, cobaan pertama. setelah kurang lebih 30 menit menunggu kepastian akhirnya ada informasi katanya kita salah masuk terminal kedatangan, seharusnya kita masuk lewat terminal kedatangan reguler, ya udah ikut saja, sebelum keluar dari ruangan melewati pintu sensor kami diharuskan melepas ikat pinggang, sepatu dan kaos kaki juga, lagi-lagi ikutin saja prosedur (namanya juga tamu harus ikuti sama aturan tuan rumah). Kita baris, antri keluar dari terminal dan di luar sudah ada bus bandara yang akan mengantarkan kami ke terminal seharusnya kami masuk.

Sesampai di terminal kedatangan reguler, kami baris, antri masuk imigrasi, pengecekan pasport, foto retina mata, di situ kami berdiri cukup lama, petugas imigrasi di Bandara yang rata-rata usianya masih muda hanya mondar-mandir saja ngga tahu maunya apa. cobaan ke dua, kurang lebih 1 1/2 jam baru proses imigrasi selesai, selanjutnya lapor ke petugas minta stempel ijin pengambilan bagasi, setelah bagasi di ambil, waktu keluar dicek lagi dokumentasinya barulah bisa keluar bandara dan menuju tempat istirahat untuk mandi dan berganti kain ihram, sholat sunah ihram dan sholat subuh. setelah selesai melakukan keperluan berganti kain ihram, sholat sunah, sholat wajib dan niat umroh :

Labbaika Allahumma Umratan “Aku sambut panggilan-Mu untuk ber-Umroh”, kemudian kami menuju tempat berkumpul serta menyerahkan bagasi ke petugas PPIH yang ada di Jeddah. Selanjutnya kami masuk ke bus-bus yang sudah stan by di sana, perjalanan dilanjutkan ke Mekkah. Selama dalam perjalanan kami ber-TALBIAH, dipimpin Bapak Zuraidi (orang Kemenag, Ketua Sektor 4 Janubiyah).

Labbaika Allahumma labbaika, Labbaika laa syariika laa labbaika, Innal hamda wani’mata laka walmulka laa syarikalaka.

Selama dalam perjalanan sambil bertalbiah, kulihat kanan-kiri yang tampak bukit-bukit batu, subhanallah,  ya Alloh akhirnya aku bisa datang ke tanah haram. ucapan syukur yang tak terhingga, bagaikan mimpi, cita-cita sih ada tapi bisa ter-realisir secepat ini bagaikan mimpi, subhanallah jika Alloh sudah memanggil ke baitullah jalan apapun layak, jalan apapun bisa, yang tak terpikir oleh logikapun bisa, yang tidak punya uangpun bisa, subhanallah…..subhanallah…..subhanallah…..

Labbaika Allahumma labbaika, Labbaika laa syariika laa labbaika, Innal hamda wani’mata laka walmulka laa syarikalaka.

DSC00934

Emak

disamping menikmati kebesaran Alloh, teringat dalam pikirku sebuah sosok “Emak” saya sedih dan berdosa banget, untuk memenuhi kebutuhan membantu ekonomi Bapak membesarkan anak-anaknya, Emak rela bekerja di pabrik dari usia saya masih balita bahkan sampai sekarang. Cita-cita dalam hati jika ada rezeki ingin sekali umroh bareng dengan Emak dan Istriku, semoga cita-cita terwujud, Aamiin. to be continue……