catatan dari tanah haram (1)

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka periode 2009 – 2013 (Alm. Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MPH.) dalam sambutannya saat upacara pelepasan 15 (lima belas) perwakilan dari Anggota Gerakan Pramuka untuk bertugas sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1430 H/2010 bertempat di Pusdiklatnas Gerakan Pramuka di TRW, Cibubur, Jakarta, dalam penggalan sambutan beliau:

Kakak-kakak harus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jaga nama Gerakan Pramuka. Beliau juga mengutarakan, Kakak-kakak di sana selama 2 (dua) bulan, bukan waktu yang singkat, jika kakak-kakak di sana rajin menulis bisa jadi sebuah kisah perjalanan yang penuh makna. Kakak-kakak bisa membuat sebuah cerita atau buku.

Ya, dari pesan beliau sebelum ada kegiatan bertugas saya mencoba menuliskan apa yang saya rasakan, apa yang saya lakukan selama di tanah haram. saya melakukannya biasanya selesai sholat maghrib, di atas tempat tidurku (springbed) yang empuk.

empat tahun perjalanan tugas di tanah haram sebagai PPIH “pelayan tamu Alloh”, sudah 4 (empat) tahun lalu terlewati, allhamdulillah catatan itu masih ada, waktu luang ada dan sayang sekali jika menuangkan dalam tulisan ini sebagai sebuah catatan atau pengingat.

Bismillahirrahmanirrahim

10|10|2010

Allhamdulill271220143644ah jam 22.35 waktu KSA rombongan PPIH Kloter I Sektor Mekah sampai di Bandara King Abdul Aziz, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 9 jam dari tanah air (Bandara Sukarno Hatta) take off jam 18 kurang 5 (lima) menit waktu Indonesia. Selama dalam penerbangan cukup nyaman bagi saya, walaupun menggunakan pesawat Garuda kelas ekonomi yang rata-rata jarak tempat duduknya sempit. Allhamdulillah saya mendapat seat nomor 50K di dekat pintu emergency. Saat baru duduk saya didatangi seorang pramugari cantik, beliau menginstruksikan jika nanti ada gangguan Bapak putar tuas di samping Bapak ya. Hikmah dapat tempat duduk di dekat pintu emergency, saya bisa selonjorkan kaki. Allhamdulillah. Ini adalah pengalaman naik pesawat terbang baru ke lima kalinya dan baru pertama kalinya naik pesawat terbang Garuda Indonesia. Sebelumnya pengalaman yang perdana – empat dengan menggunakan pesawat Air Asia dalam tugas mengikut Asia Pacifiq Regional Jamboree ke 9 (9th APR Jamboree) di Mt.Makiling, Los Banos, Philippines tahun 2009.

17858_236332627927_3501499_n

fpertama kali naik pesawat ke Mt. Makiling

Penerbangan kali ini cukup lama, 9 jam…. mengingat panjangnya waktu tempuh ada sedikit kekhawatiran jika nanti ada sesuatu dalam perjalanan, apa yang bisa dilakukan hanya pasrah sama Alloh. Pada suatu waktu, terasa ada getaran di dalam pesawat, ada instruksi dari pramugari agar mengenakan sealt bed, pesawat bergetar, naik-turun, mungkin di luar ada terpaan angin turbulens “mungkin”, dalam hati hanya bisa berucap istighfar dan pasrah mohon pertolongan dari Alloh untuk keselamatan. Mungkin hanya 5 (lima) menit guncangan/getaran dan naik turun pesawat, allhamdulillah pesawat tenang kembali, Allhamdulillah….allhamdulillah….allhamdulillah…..ucapan syukurku dan teman-teman PPIH yang lainnya.

Allhamdulillah akhirnya pesawat landing juga dengan selamat di Bandara King Abdul Aziz (Jeddah). Kita masuk menuju terminal khusus kedatangan petugas, sementara petugas dari Kemenag berkoordinasi dengan petugas bandara. waktu tunggu lumayan cukup lama, dinginnya AC bandara membuat perut terasa lapar, waduh… tadi cemilan ngga boleh di bawa masuk lagi, cobaan pertama. setelah kurang lebih 30 menit menunggu kepastian akhirnya ada informasi katanya kita salah masuk terminal kedatangan, seharusnya kita masuk lewat terminal kedatangan reguler, ya udah ikut saja, sebelum keluar dari ruangan melewati pintu sensor kami diharuskan melepas ikat pinggang, sepatu dan kaos kaki juga, lagi-lagi ikutin saja prosedur (namanya juga tamu harus ikuti sama aturan tuan rumah). Kita baris, antri keluar dari terminal dan di luar sudah ada bus bandara yang akan mengantarkan kami ke terminal seharusnya kami masuk.

Sesampai di terminal kedatangan reguler, kami baris, antri masuk imigrasi, pengecekan pasport, foto retina mata, di situ kami berdiri cukup lama, petugas imigrasi di Bandara yang rata-rata usianya masih muda hanya mondar-mandir saja ngga tahu maunya apa. cobaan ke dua, kurang lebih 1 1/2 jam baru proses imigrasi selesai, selanjutnya lapor ke petugas minta stempel ijin pengambilan bagasi, setelah bagasi di ambil, waktu keluar dicek lagi dokumentasinya barulah bisa keluar bandara dan menuju tempat istirahat untuk mandi dan berganti kain ihram, sholat sunah ihram dan sholat subuh. setelah selesai melakukan keperluan berganti kain ihram, sholat sunah, sholat wajib dan niat umroh :

Labbaika Allahumma Umratan “Aku sambut panggilan-Mu untuk ber-Umroh”, kemudian kami menuju tempat berkumpul serta menyerahkan bagasi ke petugas PPIH yang ada di Jeddah. Selanjutnya kami masuk ke bus-bus yang sudah stan by di sana, perjalanan dilanjutkan ke Mekkah. Selama dalam perjalanan kami ber-TALBIAH, dipimpin Bapak Zuraidi (orang Kemenag, Ketua Sektor 4 Janubiyah).

Labbaika Allahumma labbaika, Labbaika laa syariika laa labbaika, Innal hamda wani’mata laka walmulka laa syarikalaka.

Selama dalam perjalanan sambil bertalbiah, kulihat kanan-kiri yang tampak bukit-bukit batu, subhanallah,  ya Alloh akhirnya aku bisa datang ke tanah haram. ucapan syukur yang tak terhingga, bagaikan mimpi, cita-cita sih ada tapi bisa ter-realisir secepat ini bagaikan mimpi, subhanallah jika Alloh sudah memanggil ke baitullah jalan apapun layak, jalan apapun bisa, yang tak terpikir oleh logikapun bisa, yang tidak punya uangpun bisa, subhanallah…..subhanallah…..subhanallah…..

Labbaika Allahumma labbaika, Labbaika laa syariika laa labbaika, Innal hamda wani’mata laka walmulka laa syarikalaka.

DSC00934

Emak

disamping menikmati kebesaran Alloh, teringat dalam pikirku sebuah sosok “Emak” saya sedih dan berdosa banget, untuk memenuhi kebutuhan membantu ekonomi Bapak membesarkan anak-anaknya, Emak rela bekerja di pabrik dari usia saya masih balita bahkan sampai sekarang. Cita-cita dalam hati jika ada rezeki ingin sekali umroh bareng dengan Emak dan Istriku, semoga cita-cita terwujud, Aamiin. to be continue……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s