“LOGAT” JAWA-ku tidak bisa hilang

Pada peringatan HUT RI ke 68 tahun ini, seperti biasa Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengadakan Apel Upacara peringatan 17 Agustus 2013 di Lapangan Gajah Mada, TRW, di Cibubur. Saya dan salah seorang teman atas nama Biro Diklatpram, mendapat tugas sebagai Pembaca Pembukaan UUD 1945 (saya asli Putra Madiun) dan Pembaca Dasa Darma Pramuka (Kak Supadi asli putra Purbalingga).

Tugas membaca UUD Negara RI 1945 pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 68 Tahun 2013

Tugas membaca UUD Negara RI 1945 pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 68 Tahun 2013

Allhamdulillah tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, namun setelah upacara selesai, saya mendapat komentar langsung dari teman-teman. Rata-rata mereka memberi ucapan selamat atas kesuksesan kami, namun ada beberapa teman komentar dengan sambil “senyum-senyum” tentang LAFAL/LOGAT JAWA kami keluar saat pembacaan tersebut.

Memang saya akui, saya sudah kurang leboh 15 tahun ada di Jakarta tapi ngga bisa meninggalkan logat “jawa” itu, kadang-kadang malu juga saat mengikuti pelatihan dan harus presentasi ataupun berkomunikasi dengan teman di tempat kerja banyak sekali mereka menirukan LOGAT JAWA itu, tapi apa mau dikata itulah yang ada, murni, tanpa dibuat-buat, asli dan tanpa bahan pengawet.

Respon balik untuk komentar teman-temanku yang lucu itu adalah itulah Indonesia yang ber- BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 68 Tahun 2013

Selama masih bisa IBADAH dengan TENANG dan bisa cari REJEKI dengan HALAL itu sudah Merdeka…..!!! (bagiku)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s